Kamis, 17 Oktober 2013

Tugas Sumber Daya Manusia


1.   Perencanaan dan Tujuan Perencanaan SDM

Pengertian Perencanaan SDM :

Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:
“Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa:
“Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”.

Tujuan Perencanaan SDM :

a.       Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yg mengisi semua jabatan dalam perusahaan.
b.      Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yg mengerjakan.
c.       Untuk menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
d.      Untuk mempermudah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi (KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat.
e.       Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan karyawan.


2.   Faktor – Faktor yang mempengaruhi perencanaan SDM

1.      Lingkungan Eksternal
Perubahan-perubahan lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka panjang.
a. Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.
b. Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.
c. Sedangkan perubahan-perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dasyat merupakan contoh jelas bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia.
d. Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.
2.      Keputusan-keputusan Organisasional
Berbagai keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.
a. Rencana stratejik perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh.
Ini mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang akan datang.
b. Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan rencana-rencana stratejik menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber daya manusia.
c. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.
d. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.
e. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.
3.      Faktor-faktor Persediaan Karyawan
Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.


3.   Hubungan antara perencanaan SDM dengan Anggaran

Antara manajemen sumber daya manusia dengan anggaran terdapat hubungan yang sangat erat. Pengaruh nilai terdahadap perencanaan sumber daya manusia sangat jelas pada hubungan ini. Hubungan tersebut dapat dilihat dalam beberapa hal sebagai berikut:
a.       Anggaran merupakan pusat pertemuan antara politik dengan administrasi publik, dan merupakan proses lewat mana konflik-konflik politik diatasi dan diterjemahkan ke dalam program-program kongkret melalui pengalokasian sumber-sumber daya  yang langaka ke tujuan-tujuan program
b.       Karena gaji dan tunjangan-tunjangan merupakan 50 hingga 70 % dari pengeluaran instansi pemerintah, nota keuangan yang paling vital yang disampaikan oleh pimpinan eksekutif, atau dianggarkan oleh lembaga legislatif, merupakan pengeluaran untuk gaji dan tunjangan. Alat yang paling umum digunakan oleh lembaga legislatif untuk mempengaruhi besarnya dan arah dari program instansi adalah pembatasan anggaran atas sejumlah  kedudukan yang dialokasikan untuk suatu instansi, dan tingkat gaji dan tunjangan yang diperuntukkan bagi jabatan-jabatan instansi pemerintah. Oleh karena itu persiapan anggaran dan proses persetujuan merupakan sarana melalui mana lingkup dari pada  administrasi publik berhubungan dengan konteks politik lebih luas.
c.        Perencanaan sumber daya manusia merupakan aspek manajemen kepegawaian pemerintah yang menjembatani antara lingkungan politik luar dan aktivitas-aktivitas inti seperti analisis pekerjaan, uraian pekerjaan, evaluasi pekerjaan dan imbalan/kompensasi.

4.   Anggaran dan Manajemen Keuangan

Anggaran

Suatu perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai diperlukan suatu perencanaan dan pengendalian yang baik melalui anggaran

Pengertian Anggaran
·       Pengertian anggaran menurut M. Munandar dalam bukunya “Budgeting, Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja”, yaitu :“Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis  yang meliputi segala kegiatan, yang dinyatakan dalan unit (kesatuan) moneter dan berlangsung untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang”.

Macam-macam Anggaran
Anggaran yang lengkap dan menyeluruh terdiri dari beberapa unsur yang masing-masing unsur merupakan suatu paket anggaran yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.
Menurut M. Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”, anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang berikut ini :
·         Menurut Dasar Penyusunan, anggaran terdiri dari :
Anggaran Variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval kapasitas tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas kegiatan yang berbeda.
Anggaran Tetap, anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. Anggaran tetap disebut juga anggaran statis.
·         Menurut Cara Penyusunan, anggaran terdiri dari :
a.Anggaran Periodik, anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu dan pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.
b.Anggaran Kontinu, anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan anggaran yang pernah dibuat (misalnya tiap bulan diadakan perbaikan sehingga anggaran yang dibuat dalam setahun mengalami perubahan).
·         Menurut Jangka Waktunya, anggaran terdiri dari :
a.Anggaran Jangka Pendek, adalah anggaran yang dibuat dalam jangka waktu paling lama satu tahun(misalnya anggaran untuk keperluan modal kerja).
b.Anggaran Jangka Panjang, adalah anggaran yang dibuat dalam jangka waktu lebih dari satu tahun (misalnya anggaran untuk keperluan investasi barang modal atau disebut juga anggaran modal).
·         Menurut Bidangnya, anggaran terdiri dari :
a.Anggaran Operasional, adalah anggaran untuk menyusun anggaran laporan laba rugi. Anggaran Operasional terdiri dari :
§  Anggaran Penjualan
§  Anggaran Biaya Pabrik
§  Anggaran Beban Usaha
§   Anggaran Laporan Laba Rugi
b.Anggaran Keuangan, adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran Keuangan antara lain terdiri dari :
§  Anggaran Kas
§   Anggaran Piutang
§  Anggaran Persediaan
§  Anggaran Utang
§  Anggaran Neraca

Karakteristik Anggaran

Karakteristik anggaran yang dinyatakan oleh Robert N. Anthony dan Vijay Govindarajan dalam bukunya “Sistem Pengendalian Manajemen” yang diterjemahkan oleh F.X. Kurniawan Tjakrawala, mengatakan bahwa anggaran memiliki karakteristik sebagai berikut :
Ø  Anggaran memperkirakan keuntungan yang potensial dari unitusaha
Ø  Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non moneter
Ø  Biasanya meliputi waktu selama satu tahun
Ø  Merupakan perjanjian manajemen, bahwa manajer setuju untuk bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dari anggaran
Ø  Usulan anggaran diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuat anggaran
Ø  Sekali setuju anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu
Ø  Secara berkala kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dan perbedaannya dianalisis dan dijelaskan
Manfaat Anggaran
Menurut M. Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”, manfaat anggaran yaitu :
Dengan adanya anggaran segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan utama, dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai, dapat memotifasi pegawai, menimbulkan tanggung jawab tertetu pada pegawai, menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu, dan sebagai sumber dana seperti tenaga kerja, peralatan, dan dana dapat dimanfaatkan seefisien mungkin
Sedangkan menurut Winardi dalam buku “Penyusunan Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan, manfaat anggaran yaitu :
Dengan adanya anggaran akan terdapat perencanaan terpadu, terdapatnya pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan, terdapat alat koordinasi dalam perusahaan, terdapat alat pengawas yang baik, serta akan terdapatnya alat evaluasi kegiatan perusahaan
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran sangat bermanfaat bagi manajemen karena anggaran menetapkan tujuan dan sasaran kegiatan perusahaan, yang juga berfungsi sebagai standar untuk menilai prestasi dimasa yang akan datang, juga sebagai alat perencanaan, pedoman pelaksanaan kegiatan, alat pengkoordinasian, alat pengawasan, dan alat evaluasi kerja.
·         Penyusunan Anggaran 
Menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen (Konsep, Manfaat dan Rekayasa)”, yang dimaksud dengan penyusunan anggaran adalah sebagai berikut :
Penyusunan anggaran merupakan proses penetapan peran setiap manajer dalam melaksanakan program anggaran.
Penyusunan anggaran biasanya dilaksanakan oleh komite anggaran, komite tersebut anggotanya terdiri atas para manager pelaksana fungsi-fungsi pokok perusahaan sesuai dengan prinsip keperansertaan. Anggota tersebut meliputi manager pemasaran, manager produksi, manager teknik, manager keuangan, dan manager akuntansi
·         Manajemen Keuangan
Definisi Manajemen Keuangan menurut Bambang Riyanto adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.


5.   Forcasting SDM

Ada beberapa metode forecasting sumber daya manusia yang dikenal, yaitu:
Inkrementalisme (atau dekrementalisme) merupakan metode perkiraan yang memproyeksikan perubahan-perubahan garis lurus dalam kebutuhan pegawai berdasarkan fluktuasi anggaran.
Collective opinion, teknik ini meliputi pengumpulan informasi dari berbagai sumber didalam dan diluar organisasi dan kemudian mencapai kesepakatan kelompok mengenai penafsiran data tersebut.
Categorical and Cluster forecasting, teknik kategori ini memperkirakan kebutuhan lebih lanjut untuk berbagai kelompok kedudukan dan teknik kluster ini memperkirakan kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut dengan syarat dan tuntutan akan ketrampilan umum. Ini sering dipakai dalam organisasi yang besar.
Modeling, metode ini menggunakan matematis dan komputer dimana para manager harus menggunakan teknik-teknik model untuk memperkirakan permintaan dan penawaran sumber daya manusia. Asumsi ini didasarkan pada keadaan ekonomi, perkembagan teknologi, sistem pendidikan, persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga kerja, sistem kompensasi, jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.





REFERENSI :

            http://id.scribd.com/doc/36092981/18/Tujuan-Perencanaan-SDM
http://yudhim.blogspot.com/2008/01/perencanaan-sumber-daya-manusia-psdm.html

Jumat, 11 Oktober 2013

KONSEP KOPERASI

Konsep Koperasi

KONSEP KOPERASI :
munkner dari university of manburg, jerman barat membedakan konsep koperasi menjadi dua: konsep koperasibarat dan konsep koperasi sosialis. Hal ini di latarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya, perkembangan konsep-konsep yang bersal dari Negara-negara berpaham sosialis, sedangkan konsep berkembang dinegara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut.

KONSEP KOPERASI BARAT:
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang di bentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan,dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah ;

v  Promosi kegiatan ekonomi anggota

v  Pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi formulasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia(SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerjasama antarkoperasi secara horizontal dan vertical.

Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:

v  Pengembangan kondisi social ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan
v  Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil,misalnya inovasi teknik dan metode produksi
v  Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan konsumen, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncankan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
Munkner hanya membedakan koperasi berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu didunia ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut, namun koperasinya sudah berkembang dengan cirri tersendiri,yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan factor produks dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

PENGERTIAN KOPERASI

Pengertian Koperasi 


Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.
Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.


SEJARAH KOPERASI

Sejarah Koperasi

Sejarah koperasi di indonesia bermula pada abad ke 20. yang di abad tersebut, kamiskinan mulai melanda indonesia, yg di sebabkan oleh kapitalisme di mana mana. beberapa orang yang hidupnya sederhana dan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong untuk melakukan kerja sama dan mempersatukan diri untuk dirinya sendiri dan manusia sesamanya. dan akhirnya pada tahun 1895 di leuwiliang di dirikan koperasi pertama kali.
Raden ngabei ariawiriatmaja, patih purwekerto dan kawan kawan mendirikan bank simpan pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai pribumi untuk melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.
Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.

Minggu, 28 April 2013

Tulisan 3 (Perekonomian Indonesia)


KOPERASI UNIT DESA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DIBIDANG PERTANIAN

PENDAHULUAN

Koperasi Unit Desa merupakan bentuk usaha yang beranggotakan penduduk yang ada di desa dan yang berlokasi di pedesaan. Daerah kerjanya bisa mencakup dengan kabupatan ataupun kecamatan. Saat ini kesenjangan di ekonomi antara si kaya dan si miskin  masih terjadi  dan pemerataan ekonomi pun belum sepenuhnya sampai ke pedesaan. Karena masyarakat miskin sebagian terbesar berada di wilayah pedesaan, maka pengembangan adanya koperasi unit desa tersebut amat strategis dalam program-program pemerataan menuju perwujudan keadilan social maka pemerintah menganjurkan untuk membentuk KUD (Koperasi Unit Desa). Dan memang sudah sepantasnya di pedasaan itu harus yang terutama menjadi prioritas  karena jika tidak kesenjangan antara si kaya dan si miskin akan semakin tinggi pemisahnya terutama dalam hal perekonomian. Disini Koperasi pertanian (koperasi yang bergerak di bidang usaha pertanian), dalam hal ini koperasi tidak semata-mata berusaha menyelenggarakan produksi saja tetapi membantu para anggotanya dalam usaha pengolahan hasil-hasil pertanian pada tingkat yang lebih tinggi baik kuantitas maupun kualitas. membantu usaha pemasarannya, membantu menyediakan sarana yang dibutuhkan dalam sector pertanian seperti pupuk, obat-obat pemberantas hama dan juga membantu menyediakan barang yang pastinya dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari bagi para anggotanya dengan harga yang wajar dan dapat dibeli secara kredit dan menyediakan kredit investasi lainnya guna menunjang keberhasilan usahatani (Kartasapoetra , 2000).









ISI
KUD yang secara bertahap menggantikan peran BUUD. Dalam tahun-tahun pertama perkembangan KUD sangatlah pesat. Kehadiran KUD juga tidak terlepas dari strategi pemerintah, khususnya dalam rangka pengadaan pangan. Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi  “ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”. Bentuk badan usaha yang sesuai dengan bunyi dari pasal tersebut adalah koperasi. Hal ini dipertegas dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi, yang menyatakan bahwa : “Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Koperasi Unit Desa ini  melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan) dan ada beberapa usaha yang dilakukan oleh KUD yaitu menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk,bibit, tanaman,obat pemberantas hama, dan alat alat pertanian. Dan juga memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para petani. Adanya keberadaan KUD juga sangat strategis karena bisa menggerakan roda perekonomian yang ada di pedasaan yang kita ketahui bahwa jika di pedasaan pedesaan itu masih sangat kurang perekonomiannya. KUD mempunyai fungsinya yaitu memberi kredit dengan bungan yang sangat rendah. selain itu berfungsi juga sebagai penghubung atau sebagai lembaga yang menapung kegiatan antar sektoral di pedesaan yang dimiliki oleh pengusaha kecil. Manfaat adanya KUD di pedesaan karena KUD mampu meningkatkan daerah kerja masyarakat desa, mampu mendekatkan produsen yang disini posisi sebagai produsen itu petani dengan konsumennya, lalu bisa mengembangkan industry kecil dan pengrajin yang ada dipedasaan, dan KUD pun mampu merangsang pertumbuhan kesempatan kerja di perdesaan. KUD yang secara bertahap menggantikan peran BUUD. Dalam tahun-tahun pertama perkembangan KUD sangatlah pesat. Kehadiran KUD juga tidak terlepas dari strategi pemerintah, khususnya dalam rangka pengadaan pangan. Sejak awal perkembangan KUD, pemerintah menetapkan strategi tiga tahap pembinaan KUD, yaitu: ofisialisasi (ketergantungan kepada pemerintah masih sangat besar), deofisialisasi/debirokratisasi (ketergantungan kepada pemerintah secara bertahap dikurangi), dan otonomi (kemandirian).  adanya Koperasi Unit Desa dalam suatu daerah ikut berperan serta dalam kemajuan suatu daerah tersebut, karena adanya KUD tersebut daerah tersebut yang mungkin dulunya banyak yang kekurang dalam perekonomiannya tetapi pada saat ada KUD di daerah tersebut, daerah tersebut dalam segi perekonomiannya sudah mulai maju walaupun sedikit demi sedikit ada perubahan karena adanya KUD itu sendiri. Contohnya mungkin adanya pengrajin tas di daerah tersebut dan tidak mempunyai modal untuk mengembangkan produksi tas tersebut, si pengrajin pun bisa meminjamnya ke KUD dengan bunga yang sangat rendah, dan dari situ lapangan pekerjaan pun muncul karena mungkin saja si pengrajin tersebut membutuhkan pegawai untuk membantunya dalam pembuatan produksi tas terserbut dan dari situ perekonomian di pedasaan pun bertahap maju.  Namun untuk mengembangkan Koperasi Unit Desa (KUD) di daerah-daerah tidaklah mudah ada faktor faktor yang ikut mempengaruhinya yaitu ada faktor internal dan ada faktor eksternal nya. Jika dilihat dari faktor internal adanya kualitas sumber daya manusianya, lalu ada peran serta anggota nya, dan aktivitasnya.




Jika dilihat dari faktor eksternalnya adanya manajemen, likuiditas dan adanya solvabilitas. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi perkembangan Koperasi Unit Desa (KUD) di daerah, karena masih ada saja masyarakat pedesaan yang belum memahami fungsi dan kinerja dari Koperasi Unit Desa (KUD) itu sendiri. Bidang usaha koperasi pada dasarnya mencerminkan ragam usaha yang ditawarkan oleh koperasi kepada anggotanya, unit-unit usaha koperasi antara lain adanya pengkreditan agar jika anggotanya membutuhkan dana bisa meminjam dengan syarat syarat yang ringan. Adanya Penyediaan dan penyaluran sarana produksi pertanian, Unit penyediaan dan penyaluran sarana produksi dibentuk dengan maksud mempermudah dan membantu masyarakat petani dalam memenuhi kebutuhannya terkait dengan proses pertanian yang nantinya diharapkan dapat maningkatkan hasil panennya. Adanya  Pengolahan dan pemasaran hasil produksi, Tujuan dari unit ini agar petani tidak mengalami kerugian pada saat panen, maka dibentuk unit pemasaran untuk menungkatkan pendapatan petani.




PENUTUP
Adanya Koperasi Unit Desa di pedesaan itu agar bisa membantu petani petani ataupun pengrajin pengrajin yang ada di daerahnya bisa dengann mudah membantu atau menggerakan roda perekonomian ditingkat nasional.perlunya sumber daya manusia untuk mendukung program koperasi unit desa dengan memberikan kesempatan pada generasi muda khususnya mahasiswa untuk bisa turun langsung memberikan ilmu dan motivasi kepada petani di daerah dan peran pemerintah daerah maupun pusat dan pihak swasta untuk mendukung peraanan koperasi di Indonesia sehingga terselenggara dengan baik untuk mencapai harapan agar dapat meningkatkan hasil produksi pertanian juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup petani pedesaan khususnya di bidang ekonomi. 


Daftar Pustaka



Sabtu, 20 April 2013

Tulisan 2 (Perekonomian Indonesia)


PERTUMBUHAN INVESTASI DI INDONESIA

PEDAHULUAN
Pada hakekatnya investasi  merupakan langkah awal untuk pertumbuhan ekonomi bagi negara negara. Penanaman modal juga merupakan langkah yang mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi.  Maka dari itu negara juga harus menciptakan  suasana atau keadaan yang bisa memotivasi untuk berinvestasi. Investasi dalam bentuk penciptaan nilai tambah ekonomi, akan mendorong pembukaan dan perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan selanjutnya bisa pada gilirannya akan menstimulasi konsumsi masyarakat dan kemudian memperdalam pasar domestik. Karena itulah komponen investasi seringkali dijadikan patokan dalam menilai kualitas pertumbuhan ekonomi. Perkembangan investasi di indonesia menunjukaan keadaan yang mengembirakan karna pada tahun 2007 investasi di indonesia mencapai Rp 983.9 triliyun (atas dasar harga berlaku). Angka ini sangat besar karna jika dibandingkan dengan tahun 1990, tahun 2007 itu lah yang sangat besar. Disini yang relatif menginvestasikan itu kebanyakan masyarakat/swasta karna dibandingkan dengan pemerintah masyarakatlah yang paling banyak berinvestasi. Total investasi masyarakat di tahun 2007 hampir mencapai dua puluh dua kali lipat dibanding investasi masyarakat pada tahun 1990. Investasi yang tetap tumbuh diyakini akan menyokong perekonomian nasional pada saat negara-negara lain justru mengalami koreksi.  Fakta yang tinggi sangat terlihat pada investasi masyarakat, karna investasi pemerintah menurun ketika setelah periode krisis terjadi.   Jadi dari tahun ke tahun masyarakat sudah lebih mengenal dengan yang namanya investasi tadi karna perkembangan dari tahun ke tahun yang diketahui perkembangannya sangat besar dengan adanya masyarakat tau berinvestasi.







isi
Sederhananya investasi bisa kita diartikan sebagai pengeluaran barang modal yang diarahkan untuk menunjang kegiatan produksi atau perluasan produksi (Samuelson dan Nordaus). Ini menjadikan investasi mempunyai multiplier effect yang luas karena tidak hanya mendorong sisi produksi, namun juga menstimulasi sisi konsumsi. Berinvestasi sama juga kita menabung untuk dimasa yang akan datang. Sama hal nya jika kita berpikiran tentang masa depan dan ingin senang di masa depan bisa kita bisa berinvestasi mungkin dengan misalnya menjual mobil yang mungkin harganya bisa mencapai Rp. 200.000.000 dan hasil dari penjualan mobil tersebut bisa kita belikan ke rumah, yang pastinya harga rumah itu tidak akan turun dibandingkan harga mobil yang dari tahun ke tahun bisa turun harganya dan mungkin saja bisa turun dari harga yang dijual tadi.  Kinerja investasi saat ini menunjukan trend positif yang cukup solid, bahkan di saat perekonomian global mengalami perlambatan, investasi menjelma menjadi salah satu komponen utama penopang pertumbuhan ekonomi menggantikan kinerja ekspor yang cenderung melambat. Berbagai faktor posotif  yang berpengaruh dalam investasi juga tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada beberapa faktor yang saling berinteraksi dan mendorong tumbuhnya investasi langsung. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan investasi. Untuk kasus Indonesia  sedikitnya ada 5 (lima) faktor yang berpengaruh positif terhadap capaian investasi sepanjang 2012. Yang pertama, adanya faktor suku bunga pinjaman dimana tingkat suku bunga pinjaman yang rendah, kompetitif dan stabil akan menarik minat investor untuk melakukan eskpansi atau pembukaan usaha baru karena terjadi pengurangan beban bunga. Kedua, faktor Tingkat pendapatan. Tingginya tingkat pendapatan per kapita mencerminkan tingginya kemampuan atau daya beli masyarakat. Ketiga, pertumbuhan dan ukuran kelas menengah. Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap keputusan investasi adalah ukuran pasar domestik direpresentasikan oleh jumlah kelompok kelas menengah. Keempat, faktor tingkat inflasi yang rendah dan stabil. Inflasi yang tinggi dan fluktuatif mengambarkan ketidakstabilan dan kegagalan pengendalian kebijakan makro ekonomi. Kelima, faktor regulasi pemerintah. Iklim investasi yang kondusif memerlukan peran serta pemerintah, tidak hanya melalui pengendalian indikator ekonomi makro namun juga melalui peraturan perundangan berupa insentif fiscal dan non fiskal. Insentif non fiscal dilakukan dalam bentuk pemberian kemudahan pelayanan investasi, khususnya dalam hal penyederhanaan birokrasi layanan perijinan, pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perijinan investasi, serta informasi peluang usaha




 Seperti yang di katakan diatas tadi bahwa tingkat investasi meningkat di tahun 2007 karna perkembangan nya bisa mencapai dua puluh dua kali lipat.    



Investasi di Indonesia hingga Desember 2010 mencapai Rp208,5 triliun, yang merupakan bukti perkembangan investasi di Indonesia makin membaik. Dalam investasi pun mempunya resiko resiko. Dalam berinvestasi juga kita jangan hanya memikirkan keuntungannya saja tetpi resiko resiko yang nantinya tidak kita ssadari bahwa resiko itu akan datang sendiri apa bila tidak kita pikir kan.kemungkinan untuk mengalami kegagalan itu besar resiko bisa kita contohkan di kehidupan remaja sekarang lah yang mungkin sedang senang nya berbisnis dan bisa memunculkan ivestasi misalnya, si A ingin membuka konter pulsa tetapi si A nya ini tidak mempunyai modal untuk membuka konter pulsa tetpi ada teman si A yaitu si B ingin memberikan modal untuk usaha konter pulsa. si B menanamkan modal nya kepada si A sebesar Rp.15.000.000, jika si A bener bener menjalankan usahanya mungkin hasil dari investasi itu bisa melebihi dari investasi awal dan bisa dibagi hasilnya. Tetapi jika si A tidak sunguh sungguh dalam menjalankan usaha nya mungkin uang yang Rp. 15.000.000 tadi akan lenyap begitu saja, mungkin itu sedikit tentang adanya resiko dalam investasi yang mau tidak mau harus dijalani jika kita berinvestasi. Di Indonesia Bank Dunia dalam laporannya pada laporan triwulananya yang dirilis World Bank Indonesia menyatakan risiko terbesar terhadap pertumbuhan jangka pendek Indonesia dapat berasal dari investasi dalam negeri, yang berkontribusi dua per lima dari pertumbuhan pada tahun 2012. Tanggapan kebijakan yang sesuai terhadap peningkatan  tekakan dapat mencakup peningkatan investasi infrastruktur publik dan penekanan kepada daya saing perdagangan, dan juga reformasi subsidi BBM.


PENUTUP

Investasi saat ini menunjukan trend positif ,di saat perekonomian global mengalami perlambatan, investasi menjelma menjadi salah satu komponen utama penopang pertumbuhan ekonomi menggantikan kinerja ekspor yang cenderung melambat. Berinvestasi sama saja kita menabung untuk dimasa yang akan datang. Dengan berinvestasi juga kita bisa meningkatkan pendapatan. Tidak semua orang mau berinvestasi dan mungkin ada dari beberapa orang yang meragukan investasi dari sinilah harus bisa menciptakan suasana atau keadaan yang bisa memotivasi untuk berinvestasi. Investasi juga bisa membuka dan mendorong adanya lapangan pekerjaan dan investasi merupakan langkah awal untuk perkembangan ekonomi yang lebih baik lagi. Di investasi juga ditentukan dari banyaknya modal karna modal itu langkah yang mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi.



 Daftar Pustaka